Pelempar Bom di Polsek Bontoala Masih Berkeliaran



Berita Hari Ini - Makassar - Empat hari berlalu, kepolisian masih terus berusaha mengungkap siapa orang di balik pelemparan bom molotov yang terjadi di Markas Polsek Bontoala, Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin dini hari, 1 Januari 2018 sekitar pukul 03.15 Wita.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kombes Dicky Sondani mengatakan bahwa Polda Sulsel hingga saat ini telah memeriksa sejumlah saksi teror bom Bontoala.

Dia menyebutkan saksi teror bom Bontoala yang diperiksa antara lain Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin, anggota Polsek Bontoala Brigadir Yudirsan, istri Kapolsek Bontoala, anak Kapolsek Bontoala, dan seorang warga yang melihat pelaku melarikan diri.

"Iya, sudah lima saksi yang diperiksa, dua warga sipil dan tiga orang polisi," kata Dicky kepada Liputan6.com, Kamis, 4 Januari 2018.

Ciri-Ciri Pelaku




Selain memeriksa sejumlah saksi, hingga saat ini kepolisian juga telah mengamankan barang bukti baru. Salah satunya adalah rekaman CCTV yang sempat merekam pelarian pelaku pelemparan bom molotov itu.

"Ada rekaman CCTV juga sudah kita amankan," ucapnya.

Dicky mengungkapkan dari rekaman CCTV itu, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi ciri-ciri fisik pelempar bom molotov ke markas Polsek Bontoala.

"Kita masih rahasiakan, yang jelas badannya tidak terlalu tinggi, menggunakan kemeja lengan panjang warna abu-abu, dan pakai celana panjang," ungkapnya.

Meski telah mengetahui ciri-ciri pelaku dari pemeriksaan beberapa saksi dan barang bukti, pihak kepolisian hingga saat ini belum berhasil menangkap pelaku pelemparan bom molotov itu.

"Kita masih cari, belum dapat sampai sekarang," kata Dicky.

Ledakan Bom Molotov Mengawali Tahun 2018



Sebelumnya, Markas Polsek Bontoala menjadi sasaran teror pada malam pergantian tahun. Markas polisi yang berdampingan dengan Masjid Al-Markaz Al-Islami Kota Makassar itu dilempari bom molotov sebanyak tiga kali pada Senin dini hari, 1 Januari 2018 sekitar pukul 03.15 Wita.

Dua lemparan molotov pertama langsung diarahkan ke samping kiri belakang Mapolsek Bontoala. Kapolsek Bontoala, Kompol Rafiuddin, dan salah seorang anggotanya, Brigpol Yudirsan, yang mendengar ledakan itu langsung mengecek sumber suara ledakan. Saat itu pulalah pelaku melemparkan bom molotov ke arah dua polisi itu.

Akibatnya, Kompol Rafiuddin dan Brigpol Yudirsan menderita luka di tubuh mereka karena ternyata bom molotov yang digunakan oleh pelaku terlebih dahulu diisi baut dan paku. Kompol Rafiuddin menderita luka pada tangan kirinya, sementara Brigpol Yudirsan menderita luka pada pinggul kanan, tangan kiri, dan kaki kirinya.

"Iya, Yudirsan sempat menjalani operasi karena luka di pinggulnya cukup parah," kata Paur Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, AKP Sultan, kepada satunkri2016.blogspot.com beberapa waktu lalu.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
Electricity Lightning