Salam dari Kaki Gunung Sumbing | satuNKRI


satuNKRI - Masyarakat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengucapkan ikrar kebhinekaan pada apel kebhinekaan di Alun-Alun Temanggung, Minggu, untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apel yang dipimpin Bupati Temanggung, Bambang Sukarno tersebut diikuti sejumlah unsur masyarakat, antara lain pelajar, TNI, Polri, organisasi masyarakat (ormas), dan tokoh agama.

Turut pada apel tersebut Gubernur IPDN Irmaya Suradinata. Usai pembacaan ikrar kebhinnekaan masyarakat menyaksikan display drumband dari IPDN untuk menghibur masyarakat dalam merayakan HUT ke-182 Kabupaten Temanggung.

Isi ikrar terdapat empat poin, yakni mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara dan bhinneka tunggal ika sebagai semboyan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setia menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, menghormati keberagaman suku agama ras dan antargolongan serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

Siap mengamalkan sikap toleransi dan menjaga kerukunan dalam tatanan kehidupan yang berperi kemanusiaan dan berperi keadilan. Menolak segala bentuk terorisme radikalisme dan paham ekstrem lainya yang berpotensi memecah belah bangsa.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengatakan masyarakat Indonesia heterogen yang terdiri atas berbagai suku bangsa, ras, agama dan golongan. Kebhinnekaan itu menjadikan Indonesia kuat dan maju. Semangat kebhinekaan itu yang harus dijaga, terutama oleh generasi muda sebagai generasi penerus untuk kemajuan dan kekuatan NKRI.

Masyarakat Temanggung, katanya akan selalu mengamankan NKRI dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Keragaman telah menjadikan negara ini kuat dan selalu di segani negara lain.

"Tugas kita adalah menjaga persatuan dan kesatuan yang telah ada," katanya.

Ia menuturkan tanpa persatuan dan kesatuan akan percuma pembangunan dilakukan, karena tidak akan berjalan dengan baik dan terutama hasilnya tidak dapat dinikmati.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan apel besar dan ikrar kebhinnekaan untuk menyikapi berkembangnya ideologi yang berusaha merongrong NKRI dan berharap masyarakat tidak terpengaruh dari kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkkan perpecahan.

Ia mengatakan NKRI dengan ideologi Pancasila adalah harga mati yang harus dipertahankan dan hal itu membutuhkan segenap komponen bangsa.

"Kami inisiatif apel kebhinnekaan karena ini penting untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali semangat bernegara dan berbangsa," katanya

Tidak ada komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.
Electricity Lightning